Jangan Mudik Dulu Saat Lebaran

Cegah Penyebaran Virus Corona, Jangan Mudik Dulu Saat Lebaran

Diposting pada

 629 total views,  1 views today

Jangan Mudik Dulu Saat Lebaran – Seperti yang kita ketahui, virus corona atau COVID-19 sudah jadi pandemi global. Bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia mendapatkan dampak dari virus corona ini. Diberapa negara bahkan sudah melakukan lockdown untuk berhenti beraktifitas dan berhenti menerima kedatangan orang asing ke negaranya dan sebaliknya melarang warganya pergi ke luar negeri, bahkan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa orang tinggal di rumah. Ada pula yang sekadar menerapkan social distancing seperti diterapkan di Indonesia saat ini.

Sebentar lagi bulan puasa tiba, dan musim mudik pun akan tiba. Dengan tradisi masyarakat Indonesia setiap lebaran para perantau yang bekerja di kota besar bakal mudik ke kampung halamannya masing-masing. Mulai dari sekarang, yuk kita pahami alasan kenapa kamu sebaiknya tidak pulang kampung atau mudik di tengah pandemi virus corona ini.

Status Darurat Pemerintah

Virus corona ini merupakan salah satu kasus luar biasa di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu penanganannya pun mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) sudah menetapkan Status Darurat Bencana Wabah Penyakit Yang diakibatkan Virus Corona. Status tersebut berlaku selama 91 hari, yaitu sejak 29 Februari hingga 29 Mei 2020.

Nah, agar pandemi ini cepat berakhir kamu juga bisa berkontribusi dengan tidak mudik atau pulang kampung. Ini alasan kamu sebaiknya tidak mudik lebaran di tengah pandemic virus corona.

1.    Jadi Sumber Penyebaran Virus

Memang berlebihan. Tetapi, tolong pahami bahwa virus corona ini mungkin saja sudah bersarang di tubuh kamu dan kamu tidak sadar. Pada orang sehat, gejalanya mungkin tidak akan terasa. Apalagi sistem imun tubuh kita punya mekanisme melawan virus, tentunya jika kondisi tubuh kamu fit.

Sejak hari pertama virus masuk ke tubuh kamu, droplet yang keluar dari tubuh kamu berpotensi menularkan orang di sekitar. Orang-orang dengan risiko tertinggi virus corona, antara lain orang lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta, seperti jantung, diabetes, darah tinggi, dan lain-lain.

Coba bayangkan ketika mudik kamu bersalaman dan berinteraksi dengan orang tua atau kakek-nenek. Awalnya sih memang senang bisa bersilaturahmi dengan keluarga saat Lebaran. Namun, jika daya tahan tubuh mereka lemah bukan tidak mungkin bisa berujung fatal. Tak hanya keluarga kamu yang bisa tertular, tetangga mereka di kampung juga bisa kena getahnya.

  1. Belajar dari Negara Tiongkok (Cina)

Virus corona yang dulu dikenal sebagai nCoV ini berawal dari Negara Tiongkok tepatnya di kota wuhan. Pada bulan Desember 2019, pasien pengidap virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan. Kasusnya ketika itu bermula dari sebuah pasar hewan.

Nah, tak lama setelah itu, tepatnya 25 Januari 2020, warga Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek. Imlek sendiri sudah dikenal sebagai migrasi manusia terbesar di dunia. Ratusan juta orang Tionghoa dari berbagai Negara pulang kampung / mudik. Setelah selesai merayakan Imlek di kampung halaman mereka kembali ke tempat perantauan mereka di seluruh dunia. Inilah penyebab cepatnya ledakan persebaran virus semakin tidak  terkendali.

Sebenarnya hal ini sudah diprediksi oleh berbagai pihak. Namun, yang namanya tradisi dan sudah telanjur dijalankan berabad-abad maka pasti sulit diubah.

Nah, sekarang giliran kita yang akan mudik lebaran. Bisakah kita belajar dari kejadian di atas Jangan Mudik Dulu Saat Lebaran? Dengan tidak mudik kamu sudah melakukan social distancing. Artinya kamu berkontribusi meredam penyebaran virus corona dengan teori flatten the curve dan membuat orang yang lebih membutuhkan perawatan dapat prioritas.

Baca Juga :6 Game Laptop Gratis Paling Seru

3.   Teknologi untuk Silaturahmi

Dengan teknologi yang sudah sekarang kita bisa memanfaatakan teknologi untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung saat lebaran nanti. Memang kurang afdol jika bersilaturahmi belum bertemu secara langsung. Namun, di saat seperti ini sepertinya keselamatan orang tercinta harus jadi prioritas.

Tak merayakan Lebaran di kampung halaman tak jadi masalah. Sudah banyak kemudahan yang ditawarkan teknologi. Sekarang jarak kamu dan orang terkasih hanya sebatas kuota internet. Untuk bersilaturahmi kamu masih bisa mengandalkan group video chat di Whatsapp, Hangout dari Google, atau Zoom yang menawarkan lebih banyak orang dalam satu kali konferensi.

Unduh aplikasi-aplikasi itu di Google Play Atau App Store jika menggunakan IOS, ajari orang di kampung cara memakainya, bersilaturahmi lah sepuasnya, dan yang paling penting, kalian tetap sehat.

Nah, itu tadi alasan yang mudah-mudahan paling logis agar kamu menunda mudik Lebaran hingga pandemi virus corona ini berakhir. Tetap jaga kesehatan yaa, dan jangan lupa cuci tangan setalah beraktifitas.

Share artikel ini agar tetangga, teman atau saudara kamu tidak merencanakan pulang kampung atau mudik untuk ke baikan kita bersama agar bisa memutus penyebaran virus corona ini.