Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Diposting pada

 17 total views,  1 views today

BOLASPORT.COM – Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, didukung sejarah bagus unggulan pertama pada Olimpiade.

Turnamen bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai pada akhir pekan ini, tepatnya pada Sabtu (24/7/2021) pukul 07.00 WIB.

Indonesia menggantungkan harapan kepada 11 pebulu tangkis yang terbagi dalam lima nomor pada Olimpiade Tokyo 2020.

Ekspektasi akan raihan medali pada Olimpiade Tokyo 2020 juga tertuju kepada Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Wejangan Liliyana Natsir untuk Wakil Indonesia

Beban untuk dilukiskan yang diderita Marcus/Kevin dalam beberapa tahun terakhir semenjak menjadi pasanga n ganda putra nomor satu dunia.

Marcus/Kevin pun akan datang ke Olimpiade Tokyo 2020 sebagai unggulan pertama ganda putra.

Menilik sejarah, unggulan pertama ganda putra memiliki sejarah paling bagus dalam ajang Olimpiade.

Bisa dibilang ganda putra adalah nomor yang paling mudah ditebak karena dalam tujuh kesempatan hanya dua kali unggulan pertama gagal menjadi juara.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Ahsan Tak Mengira Bisa Lolos Lagi

Pada Olimpiade Athena 2004 unggulan pertama, Jonas Rasmussen/Lars Paaske (Denmark ), terhenti pada babak kedua.

Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong (Korea Selatan) menjadi unggulan ganda putra lain yang gigit jari setelah terhenti pada perempat final Olimpiade Rio 2016.

Sisanya, tidak ada kejutan.

Tingkat kesuksesan unggulan pertama ganda putra pada Olimpiade mencapai 71,4 persen, paling tinggi dibanding nomor lainnya.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Ahsan Tak Mengira Bisa Lolos Lagi

Jika lebih banyak dalam, setiap kali pasangan ganda putra Indonesia menjadi unggulan pertama, mereka selalu juara.

Ricky Subagja/Rexy Mainaky menjadi juara dengan status unggulan teratas pada Olimpiade Atlanta 1996.

Pada edisi yaitu Olimpiade Sydney 2000 giliran Tony Gunawan/Candra Wijaya yang sukses menegaskan status unggulan pertama dengan torehan emas.

Terakhir ada Markis Kido/Hendra Setiawan yang mampu membuktikan kualitas berikutnya sebagai pertama unggulan dengan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008.

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Selain Bulu Tangkis, Inilah 7 Cabor yang Diikuti Indonesia

Terlepas dari catatan sejarah, Olimpiade memiliki sangat sakral sehingga kemampuan saja tidak cukup untuk membawa seorang atlet menjadi.

Pasangan ganda putra veteran, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menjelaskan pentingnya memiliki mental yang kuat untuk bersaing di Olimpiade.

“Siapa pun yang bermain dengan berani dan mengambil risiko akan mendapat kesuksesan di sana,” ujar Hendra, dilansir BolaSport.com dari BWF Badminton.

“Bahkan ketika kami pernah mengalahkan lawan kami di berbagai turnamen, di Olimpiade kami masih bisa kalah,” sambung Ahsan.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Seluruh Atlet Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020

Marcus/Kevin tergabung ke Grup A pada babak penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020.

Marcus/Kevin akan bersaing dengan Lee Yang/Wang Chi-lin (Taiwan), Ben Lane/Sean Vendy (Inggris), dan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India).

Sementara itu, Ahsan/Hendra, yang menjadi unggulan kedua pada Oli mpiade kali ini, berada di Grup D.

Mereka berada di grup yang sama dengan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), dan Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura (Kanada).

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Tim Indonesia Luncurkan Logo dan Seragam Baru

Bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung pada 24 Juli-2 Agustus mendatang di Musashino Forest Sports Plaza.

Daftar Uggulan Pertama pada Olimpiade Tokyo 2020

Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang)

Tunggal Putri: Chen Yu Fei (China)

Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)

Ganda Putri: Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)

Ganda Campuran: Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China)

Baca Juga: Jelang Olimpiade Tokyo 2020 – Ahsan/Hendra Belajar dari Mimpi Buruk di Rio



Read More